/home/smaituab/perpus.smaituab-idl.sch.id/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?)" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "1%" ]
Lanjutan volume pertama, buku ini mendokumentasikan percakapan Baek Se Hee dengan psikiater dan refleksi pribadinya tentang distimia. Dengan gaya yang jujur dan introspektif, penulis mengajak pembaca memahami kesehatan mental, menerima diri, dan menumbuhkan harapan baru.
Buku ini mengajak orang tua untuk memahami sudut pandang anak; menyuarakan rasa cinta, penyesalan, dan penghargaan yang mungkin sulit diungkap selama ini. Nak, Maafkan Kami! membuka dialog keluarga yang hangat dan reflektif.
Eric Barker membedah berbagai mitos kesuksesan yang umum dipercaya namun sebenarnya “salah,” seperti: harus pintar, percaya diri mutlak, atau mengikuti jalur aman. Ia menggunakan kajian ilmiah, anekdot tokoh beragam, dan contoh dari sejarah untuk menunjukkan bahwa pendekatan tak lazim justru bisa lebih efektif.
Seorang santri miskin hampir menyerah dan ingin pulang, namun gurunya memberinya hadiah kecil dan berkata bahwa kemauan adalah harta sejati. Tersentuh oleh perhatian sang guru, santri itu pun memutuskan untuk tetap belajar. Bertahun kemudian, ia sukses berkat "hadiah" berupa kepercayaan itu.